G-Trendy, Padang | Estafet gelaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat kecamatan di Kota Padang resmi mencapai garis finis. Kecamatan Nanggalo didapuk menjadi wilayah ke-11 alias pamungkas yang menabuh genderang kompetisi religius tersebut.
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, yang turun langsung membuka MTQ Nasional ke-42 tingkat Kecamatan Nanggalo, menegaskan bahwa agenda ini bukan sekedar rutinitas seremonial APBD.
Proyeksi besar sedang dipertaruhkan, Pemko Padang mengejar target rampung pertengahan tahun demi menjaring qori dan qoriah petarung untuk level Sumatra Barat.
"Pelaksanaan MTQ dari satu kecamatan ke kecamatan berikutnya semakin baik. Ini sinyal kuat bahwa Kota Padang, sebagai jantung Ranah Minang, tidak boleh amnesia pada filosofi "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah," ujar Maigus Nasir yang juga menahkodai LPTQ Kota Padang, Sabtu (20/6).
Menolak Kota Pintar yang Sekuler
Bukan sekedar ajang pamer seni baca Al-Quran, Maigus menyelipkan pesan ideologis dalam sambutannya.
Ia menekankan bahwa MTQ kali ini adalah instrumen krusial untuk menyuntikkan ruh agama ke dalam proyek ambisius "Smart City" Kota Padang.
Pemko Padang tampaknya ingin menegaskan sikap, dengan kemajuan digital dan modernisasi kota tidak boleh melahirkan masyarakat yang sekuler. Mewujudkan kota yang sehat, maju, dan sejahtera harus linier dengan penguatan karakter berbasis hulu-hilir agama.
Untuk membuktikan keseriusan tersebut, Maigus yang didampingi jajaran langsung mengukuhkan Pengurus LPTQ serta Dewan Hakim MTQ Kecamatan Nanggalo. Langkah ini menjadi sinyal bahwa pengawasan dan standarisasi nilai dalam kompetisi ini tidak main-main.
Pemko Padang menjanjikan optimalisasi rumah tahfidz hingga pembangunan Quran Center sebagai pabrik pencetak generasi islami masa depan.
Beban Berat di Pundak Nanggalo
Menjadi kecamatan penutup, Nanggalo otomatis memikul ekspektasi tinggi. Camat Nanggalo, David Ferdinad, merespons tantangan tersebut dengan target yang tidak tanggung-tanggung.
David menegaskan, misi utama jajarannya bukan sekadar sukses memutar roda acara, melainkan melakukan "pribumisasi" Al-Quran di tengah masyarakat Nanggalo.
"Target kami jelas, mampu meng-Quran-kan masyarakat Nanggalo. Lebih dari itu, kafilah dari Nanggalo harus mendominasi dan siap menjadi tulang punggung Kota Padang dalam merebut kejayaan di MTQ tingkat Provinsi Sumbar nanti," pungkas David optimistis.
Kini publik Padang menunggu, apakah investasi anggaran dan energi dalam maraton MTQ di 11 kecamatan ini mampu mengembalikan dominasi Kota Padang di tingkat regional, atau justru menguap begitu panggung acara dibongkar.
Penulis : Dodi Indra
Editor : Redaksi

