G-Trendy, Padang | Kredibilitas Hendra Pebrizal selaku Direktur Utama pada Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda AM) Kota Padang mulai menjadi perhatian publik menyusul munculnya kritik terkait aspek transparansi pada salah satu proyek perpipaan yang sedang berlangsung di kawasan Gunung Pangilun, Kecamatan Padang Utara.
Sejumlah warga menilai proyek tersebut belum memberikan akses informasi yang memadai kepada masyarakat sebagaimana prinsip keterbukaan informasi publik yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.
Toni, warga yang berdomisili di sekitar lokasi pekerjaan, mempertanyakan tidak adanya informasi yang dapat diakses publik mengenai pelaksanaan proyek tersebut.
“Sejak dimulainya pekerjaan ini, pihak terkait tidak pernah memberikan hak publik untuk mendapatkan informasi terkait pekerjaan itu,” ujar Toni kepada wartawan, Selasa (2/6/2026).
Menurut Toni, informasi mendasar yang lazim dicantumkan pada sebuah proyek yang menggunakan anggaran badan usaha milik daerah atau berkaitan dengan pelayanan publik, seperti nilai pekerjaan, kontraktor pelaksana, konsultan pengawas, sumber pendanaan, hingga jangka waktu pelaksanaan, belum terlihat di lokasi pekerjaan.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai sejauh mana prinsip transparansi dan akuntabilitas dijalankan oleh manajemen Perumda AM dalam pelaksanaan proyek tersebut.
Dalam perspektif tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), keterbukaan informasi bukan sekedar kewajiban administratif, melainkan instrumen penting untuk menjamin pengawasan publik terhadap penggunaan anggaran dan pelaksanaan pekerjaan yang berdampak langsung kepada masyarakat.
Apabila benar informasi proyek tidak disampaikan secara memadai kepada publik, maka hal itu berpotensi bertentangan dengan semangat keterbukaan sebagaimana diatur dalam ketentuan perundang-undangan terkait pelayanan publik dan keterbukaan informasi.
Pengamat menilai, sebagai pimpinan perusahaan daerah yang mengelola layanan vital masyarakat, Hendra Pebrizal dituntut tidak hanya memastikan proyek berjalan secara teknis, tetapi juga menjamin setiap tahapan pelaksanaan dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada publik.
Hingga berita ini diturunkan, media belum memperoleh keterangan resmi dari Hendra Pebrizal maupun pihak Perumda AM Kota Padang terkait kritik dan pertanyaan masyarakat mengenai transparansi proyek perpipaan di kawasan Gunung Pangilun tersebut.
Redaksi masih berupaya menghubungi pihak terkait untuk memperoleh konfirmasi dan penjelasan sebagai bagian dari prinsip keberimbangan pemberitaan (cover both sides).
Penulis : Rozi Andeska (Wartawan Muda)
Editor : Redaksi

