G-Trendy, Solok Selatan| Ada yang tidak beres di proyek penggantian Jembatan Pisua Hilang, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat. Jumat (3/10), tim media ini menelusuri lokasi pekerjaan. Di sana, tidak tampak sehelai pun papan proyek terpajang. Padahal, plang informasi itu adalah syarat mutlak transparansi sebagai tanda bahwa uang negara dikelola dengan mata terbuka.
Proyek yang berada di bawah kendali Ray Fraja Novandro, PPK 2.5 Satker PJN Wilayah 2, Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, diduga kuat sengaja meniadakan papan proyek dari pandangan publik. Tujuannya? Masih misteri. Namun, dugaan itu menguat setelah tim kami tanpa sengaja menemukan papan proyek tersebut di tempat yang tak semestinya.
Plang yang Disembunyikan
Di sebuah gudang yang satu atap dengan direksi keet, papan proyek itu tampak tergeletak remuk, berdebu, seolah memang sengaja disembunyikan dari mata umum. “Sudah disiapkan, tapi belum sempat dipasang,” ujar seorang pekerja di lokasi, setengah berbisik.
Padahal, Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah jelas mewajibkan setiap proyek menggunakan dana negara untuk menampilkan papan informasi sebagai bentuk akuntabilitas publik. Ketika papan itu disembunyikan, publik kehilangan hak untuk tahu dan pemerintah kehilangan wajah transparansinya.
Jejak BBM Bersubsidi
Bukan hanya soal plang yang raib. Di lokasi proyek, tim menemukan kejanggalan lain. Indikasi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Tak tampak tangki besar berkapasitas 5.000 liter atau drum 250 liter berlogo Pertamina, yang lazim digunakan untuk proyek pemerintah dengan BBM non-subsidi. Sebaliknya, di pojok lokasi hanya tampak dirigen 35 liter dan Tiga drum tanpa logo berwarna merah dan hitam, peralatan yang biasa digunakan untuk penyaluran BBM bersubsidi secara ilegal.
Jika dugaan ini benar, maka praktik tersebut tak hanya melanggar aturan pengadaan, tapi juga berpotensi menyalahgunakan fasilitas subsidi publik untuk kepentingan proyek bernilai miliaran rupiah.
Proyek Bernilai Rp7,59 Miliar
Dari papan proyek yang kami temukan di gudang itu, diketahui nilai pekerjaan penggantian Jembatan Pisua Hilang mencapai Rp7.597.499.000.
Kontraktor pelaksana tercatat adalah CV. Rokade Cooperation, sementara konsultan pengawasnya PT. Exxo Gamindo Perkasa KSO PT. Arci Pratama Konsultan.
Namun hingga berita ini diterbitkan, PPK 2.5 Ray Fraja Novandro maupun pihak BPJN Sumatera Barat belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi yang dilakukan redaksi belum mendapat tanggapan.
Transparansi yang Hilang
Dalam setiap pembangunan, transparansi bukan pilihan, melainkan kewajiban. Ketika papan proyek disembunyikan dan jeriken bersubsidi menggantikan tangki resmi, publik berhak bertanya. Ada apa di balik Jembatan Pisua Hilang?
Redaksi masih menelusuri data lapangan dan mengupayakan konfirmasi ke pihak-pihak terkait untuk pemberitaan lanjutan.
Sumber : mitrarakyat.com


